Thursday, December 1, 2022

Tugas P5 hari ke-17 30 November 2022

 Refleksi dari buku yang berjudul "Atomic Habits" hal 232-240

Ada seorang veteran yang baru saja mengabdi sebagai pilot di Perang Dunia ke 2. Ia kuliah lagi di Harvard Law School dan mengabiskan 34 tahun mengkhususkan diri dalam negosiasi dan manajemen konflik. Ia mendirikan Harvard Negosiation Project bekerjasama dengan sejumlah negara serta tokoh tokoh dunia. Pada awal 1970-1980 an dunia sudah mengalami ancaman perang nuklir. Saat itu ia berfokus pada perancangan strategi yang dapat mencegah perang nuklir. Ia menyampaikan saran bahwa untuk menempatkan angka sandi nuklir dalam kapsul kecil dan menanamkannya di sebelah kanan jantung seorang relawan. Relawan itu akan selalu membawa sebilah pisau jagal yang besar dan berat setiap kali sedang mendampingi Presiden. Ketika sang Presiden akan meluncurkan nuklirnya maka ia harus terlebih dahulu membunuh relawan tersebut. Sang presuden harus melihat orang itu mati dengan sia-sia.

Apa maksudnya?

Kita lebih sering mengulang pengalaman ketika babak akhirnya memuaskan, kita juga lebih mungkin menghindari pengalaman ketika babak akhirnya membuat kita sakit. Sakit atau nyari adalah guru yang efektif. Jika kegagalan terasa menyakitkan, kegagalan itu dapat diperbaiki. Jika kegagalan terasa relatif tidak menyakitkan rasa nyeri, pengalaman itu akan diabaikan. Makin langsung dan mahal suatu kesalahan, makin cepat anda belajar dari pengalaman itu.


Perkembangan tomat


Perkembangan tomat hari ini tidak seperti biasanya karena tamanan tomat saya tumbuh 2 cm. Tinggi tamana tomat saya adalah 25 cm dan 26 cm.


Refleksi malam

Hari ini aku belajar mengenai pentingnya memiliki cita-cita agar arah hidup kita terarah dan tidak kacau.

No comments:

Post a Comment